Skip to content
Pariwisata 2 min read

Kritik Industri Pariwisata Korea Terhadap Perubahan Aturan Kasino (v1)

Kritik Industri Pariwisata Korea Terhadap Perubahan Aturan Kasino (v1)

Pendahuluan

Organisasi pariwisata utama di Korea Selatan baru-baru ini menolak proposal perubahan regulasi untuk kasino yang hanya terbuka bagi turis asing. Mereka mengungkapkan kekhawatiran bahwa perubahan ini bisa mengurangi minat investasi, mengancam pekerjaan, dan menurunkan daya saing negara dalam pasar pariwisata regional.

Potensi Dampak ke Investasi dan Pekerjaan

Pengumuman pertama mengenai rencana ini disampaikan pada awal Juli oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan. Rencana tersebut mencakup revisi Undang-Undang Promosi Pariwisata yang berdampak pada operasi kasino. Di antara perubahan ini adalah pembaruan lisensi setiap lima tahun bagi kasino yang melayani turis asing, persetujuan untuk perubahan dalam kendali pemegang saham, serta peningkatan kontribusi Dana Pengembangan Pariwisata dari 10% menjadi 15% dari pendapatan perjudian tahunan.

Kritik dari Industri Pariwisata

Sepuluh organisasi pariwisata, termasuk Asosiasi Kasino Korea dan Asosiasi Pariwisata Korea, menyatakan bahwa regulasi ini terlalu memberatkan. Menurut mereka, kebijakan ini dapat mengurangi daya tarik investasi pada resor terpadu dan fasilitas pariwisata lainnya, serta mempengaruhi peluang kerja dalam sektor ini. Organisasi tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun operator kasino telah menyumbang dana secara substansial, banyak yang mengalami kerugian operasional dalam satu dekade terakhir akibat pungutan berbasis pendapatan, bukan laba.

Mereka memperingatkan bahwa peningkatan kontribusi dapat mempercepat kebangkrutan dan mengurangi daya saing Korea Selatan dalam menarik investasi pariwisata dibandingkan dengan tempat seperti Makau, Singapura, Filipina, dan Jepang.

Seruan untuk Ketidakpastian Lisensi

Industri ini juga menolak gagasan pembaruan lisensi setiap lima tahun, mengklaim bahwa ini menciptakan ketidakpastian dalam sektor yang membutuhkan investasi besar. Mereka menyatakan bahwa potensi peninjauan lisensi secara berkala bisa menunda investasi baru berskala besar. Saat ini, aturan yang berlaku sudah menuntut banyak dari operator, terutama karena mayoritas pasar kasino di Korea Selatan melayani pelanggan internasional, kecuali untuk Kangwon Land Inc. Oleh karena itu, mereka merasa penambahan beban ini sulit diterima.

Tanggapan dari Kementerian

Pada hari yang sama, kementerian mengeluarkan pernyataan yang menanggapi kritik tersebut. Mereka menegaskan bahwa peningkatan kontribusi dana pariwisata sejalan dengan praktik internasional, dengan merujuk pada negara-negara seperti Amerika Serikat dan Singapura yang mengenakan pajak kasino berdasarkan pendapatan perjudian. Mereka yakin bahwa perubahan ini akan memperkuat kontribusi kasino pada perekonomian nasional dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata Korea Selatan.

Kesimpulan

Perdebatan terkait perubahan regulasi kasino ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Korea Selatan dalam menyeimbangkan promosi investasi dan perlindungan kepentingan ekonomi lokal. Dengan persaingan regional yang kian meningkat, negara ini perlu merumuskan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sambil memastikan daya saing di pasar global tetap terjaga.